08 Agustus 2009

Teknologi Antariksa Jaman Kuno

Pesawat. Ya, benda ini mungkin mewakili kemajuan teknologi manusia menjelajah angkasa. Saat ini transportasi pesawat dianggap sebagai transportasi paling cepat dan aman yang dapat singgah di hampir semua negara di dunia. Berbagai macam jenis pesawat telah dihasilkan manusia dari mulai pesawat terbang sampai pesawat antariksa. Perkembangan teknologi penerbangan kita dimulai kira-kira 200 tahun yang lalu. Pada tahun 1903, kakak-beradik Wright menyelesaikan penerbangan pertama dengan memformulasikan teori afiasi.

Adapun bukti arkeologis menunjukkan bahwa nenek moyang kita sejak ribuan tahun lalu telah menggunakan alat transportasi ini untuk tujuan komersil maupun penjelajahan luar angkasa. Sejauh manakah kemajuan teknologi antariksa nenek moyang kita? Mari kita simak sebagian bukti-bukti arkeologis berikut ini:

1. Kebudayaan Mesir Kuno

Kebudayaan Mesir kuno dikenal sebagai kebudayaan dengan warisan besar yang sampai sekarang masih dapat kita saksikan dan masih banyak peningggalan yang belum tergali dan menyisakan misteri. Berkenaan dengan antariksa, Kebudayaan Mesir kuno menunjukkan suatu bukti yang membelalakkan mata kita. Membahas antariksa tentu tak lepas dari transportasi berupa pesawat. Pada tahun 1898, arkeolog Perancis Lauret menemukan model pesawat terbang dari kayu di piramida mesir Saqqara yang tertera penanggalannya sekitar 200 Sebelum Masehi.

Penemuan “Burung kayu” ini pada awalnya tidak menarik untuk diteliti karena teknologi kita pada saat itu belum familiar dengan pesawat sehingga penemuan “burung kayu” ini hanya disimpan di museum saja. Baru tahun 1969, Khalil Massiha, seorang dokter Mesir yang berminat pada model pesawat ini dan menemukan fakta yang mengejutkan pada model burung kayu ini. Dia berpikir kalau ini bukan sekedar model burung karena tidak memiliki cakar, tidak berbulu dan tidak ada bulu ekor yang horizontal. Yang mengejutkan, ekornya itu vertikal dan memiliki sebuah pembuangan udara. Khalil Massiha mengualifikasikannya sebagai sebuah model pesawat! Terlepas dari ketidaktahuannya tentang bagaimana orang Mesir Kuno menerbangkannya, model “burung kayu” ini dapat berjalan dan meluncur ketika dia melemparnya. Ini mirip pesawat kita saat ini. Sekedar informasi bahwa kebudayaan Mesir kuno akan membuat model sebelum dituang pada objek yang sesungguhnya.

Masih di Mesir, penemuan lain yang kontroversial adalah ditemukannya sebuah ukiran di kuil Abydos, Mesir oleh Dr. Ruth Hover. Jelas terlihat gambar yang diambil dari bagian dinding ini menunjukan bahwa gambar-gambar itu adalah bentuk alat transportasi seperti yang kita jumpai saat ini.

Perhatikan dengan seksama gambar-gambar diatas layaknya sebuah model helicopter, kapal selam, pesawat jet tempur dan sebuah tank baja.

Memang ada spekulasi yang bermacam-macam menanggapi lukisan di dinding tersebut. Mengingat kemajuan teknologi jaman prasejarah masih ada yang “sulit menerima”. Namun demikian, bukti arkeologis ini layak dipertimbangkan.

2. Kebudayaan Cina

Dalam buku masyarakat China kuno telah mencatat bahwa di periode musim semi dan gugur (770–475 BC), Lu Ban telah menciptakan mesin terbang. Hal ini membuat Lu Ban dikenal sebagai bapak dari semua keahlian. Di Mozi Luwon, terbaca, ”Lu Ban memotong bambu dan kayu untuk membuat burung kayu terbang, tinggal di angkasa selama 3 hari”. Lu Ban juga membuat layang-layang besar dari kayu untuk mengintai musuh dalam suatu pertempuran. Di Hongshu terbaca, ”Lu Ban membuat layang-layang kayu untuk mengintai kota-kota di State of Song. Di samping itu, Lu Ban membuat pesawat penumpang. Menurut Yaoyang Zazu, dari Dinasti Tang, Lu pernah bekerja jauh dari rumah tinggalnya. Dia sangat merindukan istrinya, jadi dia membuat burung dari kayu. Setelah didesain berulang-ulang, layang-layang dari kayu tersebut bisa terbang. Lu Ban pulang ke rumah naik layang-layang tersebut untuk menemui istrinya dan kembali keesokan harinya.

3. Kebudayaan PraKolumbian

Ditemukannya model pesawat terbuat dari emas di Amerika Tengah menambah bukti telah dikenalnya teknologi antariksa. Kebudayaan PraKolumbian biasanya merujuk pada peradaban asli Amerika sebelum kedatangan Christopher Columbus, seperti Mesoamerica [Aztec dan Maya] dan Andes [Inca, Moche, Chibcha, CaƱaris] kurang lebih 14.000 Sebelum Masehi. Yang lebih membelalakkan mata kita adalah penemuan lukisan dalam gua yang terletak di bagian terpencil dunia yang menggambarkan berbagai macam pesawat seakan-akan alat trasportasi udara tersebut hal yang lumrah pada saat itu.

4. Kebudayaan Nazca

Bangsa Nazca menyisakan bukti arkeologis yang terus menerus dipelajari para arkeolog. Banyak hal yang membuat kita mengernyitkan kening dan bahkan merenung lebih dalam lagi mengenai kebudayaan manusia jaman dulu ini. Bangsa Inca yang terkenal dengan tingkat kebudayaan yang tinggi telah membuktikan kepada kita bahwa mereka telah mengenal dan mungkin telah menjelajah antariksa jauh hari sebelum kita mengenal pesawat.

Penemuan Nazca Lines yang merupakan rangkaian geoglyphs terletak di Nazca Desert, sebuah dataran tinggi gersang yang membentang lebih dari 80 kilometer (50 mil) antara kota Nazca dan Palpa di Peru. di sekitar gurun Nazca, di sebuah daratan antara kota Nazca dan Palpa.


Diperkirakan adanya kebudayaan Nazca antara 200 SM. Ada banyak figur yang tergambar di area ini dari yang sederhana sampai komplek. Diantaranya baris yang berbentuk burung, laba-laba, kera, ikan, hiu, cicak dan lainnya. Kesemua gambar ini hanya bisa dilihat dari angkasa. Namun sampai saat ini masih menjadi misteri mengenai mengapa itu di buat dan untuk tujuan apa.

5. Peta kuno di Turki

Teknik pemotretan bumi dari angkasa rupanya sudah dikenal sejak dahulu. Terbukti adanya sebuah peta kuno yang tersimpan di Museum Turki milik Admiral Riri Reis, komandan kelautan Turki. Peta ini terbuat dari kulit rusa yang dibuat pada abad ke-16.


Dalam peta tersebut tergambar kawasan Laut Tengah yang secara mendetail, sedangkan kawasan lainnya, seperti benua Amerika dan benua Afrika tergambar sangat berbeda dengan masa sekarang.

Saat para ilmuwan melakukan penelitian lebih jauh ternyata hasilnya sangat mengejutkan, karena peta kuno ini sebenarnya adalah gambaran sebagian bumi dari angkasa yang sangat terperinci. Gambaran dalam peta kuno ini sama persis jika disandingkan dengan gambar yang diambil dari pesawat Apollo 8. Gambar perubahan garis besar pada benua Amerika dan Afrika di peta kuno tersebut sesuai dengan gambar yang diambil melalui pesawat Apollo 8. Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah, bahwa peta kuno itu melukiskan bentuk rumit permukaan bumi kutub selatan yang tertutup lapisan es tebal. Tidak ada perbedaan sedikit pun dengan hasil gambar pemetaan menggunakan fatometer yang dilakukan oleh tim eksplorasi kutub selatan pada tahun 1952 yang mengadakan penyelidikan keadaan bumi di bawah lapisan es. Pegunungan di antartika telah tertutup es dan salju selama ratusan tahun dan tidak terpeta hingga 1952 sampai ilmuwan menggunakan kemampuan sonar. Sementara teknologi manusia sekarang ini baru pada tahun 1959, Amerika Serikat berhasil mendapat gambar pertama bumi dari satelit buatan manusia dari luar angkasa. Jika dilogika, pemotretan dari angkasa seperti yang tergambar pada peta kuno tersebut pastilah menggunakan teknologi canggih.

6. Kebudayaan Maya

Bukti lain berkenaan dengan teknologi antariksa purba semakin jelas saja. Diawali dari sebuah cerita kuno bangsa Maya yang mengatakan bahwa 10.000 tahun yang lalu mereka berada dalam “golden age civilization” (jaman keemasan). Para arkeolog masih ragu perihal kebenaran waktu itu (10.000 tahun yang lalu) dalam tulisan mereka. Namun penemuan ini sebagai sesuatu yang penting untuk dipelajari karena menyangkut pesawat antariksa yang notabone merupakan simbol kemajuan teknologi. Terlepas dari benar tidaknya waktu 10.000 itu, sampai sekarang ini tak seorangpun mampu menjelaskan asal usul bangsa Maya dan penyebab kepergian mereka yang terkesan mendadak. Seperti telah diketahui bahwa bangsa Maya meninggalkan kota-kota yang dibangun dengan kokoh dan megah dalam keadaan utuh. Dalam artian bahwa kota itu tidak hancur karena perang atau bencana alam. Bangsa Maya seolah hilang tak berbekas.

Menghilangnya bangsa Maya membuat orang bertanya-tanya berbagai kemungkinan yang (mungkin) terjadi. Salah satu kemungkinan yang mengemuka (mungkin terkesan di luar nalar kita saat ini) adalah bangsa Maya bermigrasi keluar bumi dan menghuni planet lain. Yes, somewhere out there!

Berkenaan dengan planet lain, ada satu penemuan arkeologis yang layak dikaji di Peru dimana suku Maya tinggal. Pernahkan anda mendengar nama atau istilah Pakal? Nama ini disematkan untuk seseorang yang menjelajah antariksa di lingkungan bangsa Maya. Salah seorang yang getol menginformasikan teori astronot jaman pra sejarah adalah Erich von Daniken yang menuliskannya dalam buku berjudul In Search of Ancient Gods.

Dalam buku itu diinformasikan suatu penyelidikan dari tahun 1949 sampai 1952, seorang ahli purbakala bangsa Mexico bernama Alberto Ruz Lhuiller menemukan sebuah kamar penyimpanan jenazah di “Kuil naskah tulisan tangan“ di Palenque.

Di dalam kamar itu tepatnya di bawah batu utuh yang dihias secara indah itu, terdapat sebuah kerangka dalam sebuah peti mati yang dicat merah. Batu kuburan itu merupakan sebuah kerangka yang di tengah tengahnya terdapat makhuk, yang duduk agak membongkok ke depan (seperti seorang Astronaut di dalam module komandonya). Seseorang itu mengenakan sebuah topi helm, dari bagian belakang topi helm itu mencuat keluar dua batang pipa. Di depan hidungnya terdapat aparat oxygen. Makhluk itu sedang mengerjakan alat semacam tombol pengamatan dengan kedua tangannya. Dia juga berpakaian lengkap seperti baju astronot saat ini. Dia seolah-olah sedang melakukan perjalanan ke luar angkasa. Untuk mengetahui sosok Pakal, silahkan klik disini.

Terlepas dari segala perbedaan penafsiran temuan arkeologis, tak ada salahnya kita mengkaji kembali hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang tertuang dalam perbedaan peradaban. Entah kapan peradaban manusia dimulai karena sampai saat ini semua teori masih bersifat sementara. Mari kita lihat dan renungkan mozaik peradaban manusia.

(Bersumber dari wikipedia, erabaru news, earth matrix, 2012era dan paleoanimation)

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Astronot jaman kuno? Hmm... cukup keren tuh. Seneng deh liat ilustrasi pakal. Gak ada yg gak mungkin di dunia ini. Mungkin moyang kita pernah "berjaya" di masa lalu. Hanya kita aja kalee yg keGR-an, menganggap jaman ini lebih modern drpada dulu.